Remaja dan Problematika
Remaja dan Problematika Kehidupannya

By admin96 21 Apr 2022, 09:44:20 WIB Dunia Islam
Remaja dan Problematika

Gambar : Pendidikan Remaja


Oleh : Fahri Sahrul Ramadhan

APengertian Remaja

Istilah adolescence atau remaja berasal dari kata Latin adolescere (kata bendanya, adolencentia yang berarti remaja) yang berarti “tumbuh” atau “tumbuh menjadi dewasa”.[1] Istilah adolescence, seperti yang dipergunakan saat ini, mempunyai arti lebih luas, dalam mana mencakup terjadi perubahan dalam aspek biologis, kognisi, dan sosial. Menurut Laurence Steinberg (2002) ada tiga perubahan fundamental pada masa remaja, yaitu sebagai berikut.

  1. Biologis, seperti mulai matangnya alat reproduksi, tumbuhnya buah dada pada anak wanita dan tumbuhnya kumis pada anak pria.
  2. Kognisi, yaitu kemampuan untuk memikirkan konsep-konsep yang abstrak (seperti persaudaraan, demokrasi dan moral), dan mampu berpikir hipotesis (mampu memikirkan hal-hal yang mungkin terjadi berdasarkan pengalaman).
  3. Sosial, yaitu perubahan dalam status sosial yang memungkinkan remaja (khusus remaja akhir) masuk ke peran-peran atau aktivitas-aktivitas baru, seperti bekerja atau menikah.[2]

B. Ciri-Ciri dari Remaja

Hurlock mengemukakan berbagai ciri-ciri dari remaja sebagai berikut :

  • Masa Remaja Adalah Masa Peralihan

Yaitu peralihan dari satu tahap perkembangan, keperkembangan berikutnya secara berkesinambungan. Pada masa ini remaja bukan seorang anak juga bukan seorang yang dewasa. Masa ini merupakan masa yang sangat strategis, karena memberi waktu kepada remaja untuk membentuk gaya hidup dan menentukan pola perilaku, nilai-nilai, dan sifat-sifat yang sesuai dengan yang diinginkan.

  • Masa Remaja Adalah Masa Terjadi Perubahan

Sejak awal remaja, perubahan fisik terjadi dengan pesat. Perubahan perilaku dan sikap juga berkembang. Ada empat perubahan besar yang terjadi pada remaja, yaitu perubahan emosi, peran, minat, dan pola perilaku (perubahan sikap menjadi ambivalen).

  • Masa Remaja Adalah Masa yang Penuh Masalah

Masalah remaja sering menjadi masalah yang sulit untuk diatasi. Hal ini karena remaja belum terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa meminta bantuan orang lain. Akibatnya, terkadang terjadi penyelesaian yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

  • Masa Remaja Adalah Masa Mencari Identitas

Identitas diri yang dicari remaja adalah berupa kejelasan siapa dirinya dan apa peran dirinya di masyarakat. Remaja tidak puas dirinya sama dengan kebanyakan orang, ia ingin memperlihatkan dirinya sebagai individu, sementara pada saat yang sama ia ingin mempertahankan dirinya terhadap kelompok sebaya.

  • Masa Remaja Sebagai Masa yang Menimbulkan Ketakutan

Ada stigma dari masyarakat bahwa remaja adalah anak yang tidak rapi, tidak dapat dipercaya, cenderung berperilaku merusak, sehingga menyebabkan orang dewasa harus membimbing dan mengawasi kehidupan remaja. Stigma ini akan membuat masa peralihan remaja ke dewasa yang sulit, karena orang tua yang memiliki pandangan seperti ini akan selalu mencurigai remaja, sehingga menimbulkan pertentangan dan membuat jarak antara orang tua dengan remaja.

  • Masa Remaja Sebagai Masa yang Tidak Realistik

Remaja cenderung memandang kehidupan melalui kacamatanya sendiri, baik dalam melihat apa adanya, tetapi menginginkan sebagaimana yang ia harapkan.

  • Masa Remaja Adalah Ambang Masa Dewasa

Dengan berlalunya usia belasan, remaja yang semakin matang berkembang dan berusaha memberi kesan sebagai seseorang yang hampir dewasa. Ia akan memusatkan dirinya pada perilaku yang dihubungkan dengan status orang dewasa, misalnya dalam berpakaian dan bertindak.

  • Masa Remaja Sebagai Periode yang Penting

Perkembangan fisik yang cepat dan penting disertai dengan cepatnya perkembangan mental yang cepat, terutama pada masa awal remaja. Semua perkembangan itu menimbulkan perlunya penyesuaian mental dan perlunya membentuk sikap, nilai, dan minat baru. Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial, dan pencapaian. Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial.[3]

C. Problematika Kehidupan Remaja

Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh bapak psikologi remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu, yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang.

Menurut Erickson, masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Gunarsa merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja yaitu :

  1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
  2. Ketidakstabilan emosi.
  3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
  4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
  5. Pertentangan dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentangan dengan orang tua.
  6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
  7. Senang bereksperimentasi.
  8. Senang bereksplorasi.
  9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
  10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan kelompok.

Untuk menyeimbangkan pembahasan diatas mengenai remaja dan problematikanya. Maka dibawah ini dibahas juga tentang remaja dalam Islam beserta karakteristik yang harus dimilikinya.

D. Remaja dalam Islam

Remaja adalah kelompok masyarakat idaman umat. Karena potensi remaja yang cukup besar, tidak heran jika peran mereka sangat didambakan masyarakat. Apalagi remaja muslim; mereka ada harapan umat, agar Islam jaya dan kaum muslimin menjadi umat terbaik. Remaja muslim merupakan penentu nasib kaum muslimin dan sistem kehidupan Islam kelak. Tidak terlalu berlebihan jika kita katakan bahwa kualitas remaja muslim merupakan salah satu potensi penggerak tegak dan eksisnya peradaban Islam.[4]

Tentunya, dalam Islam masa remaja yang digunakan untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah adalah masa yang akan membentuk kepribadian yang shaleh bagi pelakunya karena masa-masa inilah manusia memiliki hati yang paling lembut (sensitif), sesuatu yang dibiasakan pada masa ini akan terus membekas hingga masa dewasanya nanti.[5]

Sebab itulah para remaja yang dapat tumbuh hidupnya dalam beribadah kepada Allah akan mendapat naungan pada hari kiamat. Karakteristik remaja yang selalu beribadah kepada Allah memiliki beberapa ciri yang utama.

  • Tidak Menyekutukan Allah

Kendatipun pada usia masih relatif muda, namun remaja yang taat kepada Allah memahami betul bahwa dirinya adalah makhluk yang mulai atau dibebani tugas oleh sang pencipta. Memahami bahwa perbuatan syirik adalah perbuatan yang paling tercela dan paling besar dosanya. Demikianlah yang dinasehatkan Luqmanul Hakim kepada putranya.

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman: 13)

  • Memuliakan Kedua Orangtua

Remaja yang taat kepada Allah akan memperhatikan kewajiban-kewajibannya terhadap orangtuanya, pergaulan dengan orangtuanya berjalan dengan baik dan harmonis. Selalu taat dan berlaku sopan kepada keduanya ia selalu berusaha bila kedua orang tuanya bukan orang yang taat, ia mengajak kejalan yang benar dan memberi contoh yang baik kepada mereka.selain itu ia pun mendoakan kebaikan dan ampunan untuk mereka. Andaikan orang tuanya menyuruh maksiat ia menolaknya dengan cara yang bijaksana.[6] Ini pulalah nasehat kedua Luqman kepada anaknya setelah larangan berbuat syirik. Firman Allah :

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.Luqman: 14-15)

  • Ikhlas dalam Beramal

Remaja yang taat kepada Allah menjadikan keikhlasan sebagai awal yang mendominasi niatnya untuk beramal karena keikhlasan merupakan parameter kemurnian sebuah amal. Firman Allah swt: “(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman: 16)

  • Mendirikan Shalat

Shalat sebagai tiang agama bagi remaja yang taat kepada Allah akan di sikapi secara serius, tidak asal-asalan. Karena imbas dari shalat ini sangat besar sekali dalam mempengaruhi hidup sehari-hari.[7] Sebagaimana di sabdakan oleh Nabi saw:

“Barang siapa yang shalatnya tidak dapat mencegah dirinya dari perbuatan buruk dan kemunkaran, maka orang itu tidaklah bertambah dari Allah melainkan hanya jauhnya saja.” (HR. Ath-Thabrani).

  • Beramar Ma’ruf Nahyi Munkar

Beramar ma’ruf nahyi munkar (menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran) bukankah kewajiban suatu kelompok atau individu tertentu, tetapi kewajiban seluruh komponen umat Islam. Kewajiban tersebut sebagai implementasi dari keislaman seseorang. Remaja yang dijanjikan Allah akan mendapatkan naungan pada hari kiamat nanti, tentu tidak akan menyia-nyiakan tugas ini. Semangat emosionalnya yang masih suci sangat mendukung untuk mengubah sebuah iklim lingkungan yang buruk menjadi iklim lingkungan yang Islami.

  • Tidak Bersikap Sombong

Sesungguhnya Allah membenci siapa pun yang bersikap sombong, karena sifat ini akan merusak sendi-sendi agama dan akan menutup pintu-pintu kebenaran sebagaimana sabda Nabi saw;

“Sombong itu ialah menolak kebenaran dan menghinakan orang lain”. (HR. Muslim)

Ibnu Athaillah Assukandari mengemukakan bahwa sombong adalah suatu sikap hidup yang tercela dan dapat menjauhkan dirinya dengan Allah. Maka bagi orang-orang yang ingin selalu dekat dengan Allah, sifat ini dianggap sebagai musuh yang harus dimusnahkan dalam hatinya.[8]

  • Berakhlak Mulia

Akhlak yang mulia dapat dikatakan sebagai penyempurna iman seseorang. Allah swt memuji Nabi Muhammad saw. Karena beliau memiliki akhlak yang mulia akhlak yang agung, dan beliau sendiri pun pernah menyatakan “Bahwasannya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”. (HR. Ahmad, Hakim, dan Baihaqi).

Remaja yang taat kepada Allah dengan sendirinya akan membentuk pribadinya dengan akhlak yang mulia. Ia akan selalu memperhitungkan segala ucap dan tindakannya selektif dalam memilih teman bergaul dan memilih lingkungan yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.[9]


*Disajikan dalam acara RG-UG PPI 96 Lempong Masa Jihad 2019-2020 pada tanggal 31 Oktober 2019

[1]Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan; Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2003), cet ke 5, hlm 206

[2]Syamsu Yusuf dan Nani M. Sugandhi, Perkembangan Peserta Didik,…. hlm 77-78

[3] www.http://melskonseling.blogspot.com/2012/12/remaja-dan-permasalahannya_30.html diakses pada tanggal 29/10/2019 pada jam 20.16

[4]Hari Moekti, Generasi Muda Islam; Dari Masalah Putauw Sampai Sekularisme,…. hlm 13

[5]Haris Firdaus, Generasi Muda Islam: di ambang kehancuran dan upaya mengantisipasinya, (Bandung: Mujahid Press, 2002), hlm102

[6]Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid (2010).Prophetic Parenting: Cara Nabi Saw Mendidik Anak dari Manhaj at-Tarbiyyah an-Nabawiyyah lith Thifl. (Alih Bahasa Farid Abdul Aziz Qurusy). Yogyakarta: Pro-U Media.hlm 102-104

[7]Ibid,. hlm 104-106

[8]Ibid,. hlm 106-108

[9]Ibid,. hlm 109-110




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

Write a comment

Ada 3 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment